Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

Menjadi tangguh di dunia kerja adalah hal yang penting untuk dikejar. Di dunia kerja yang kompetitif dan dinamis, kemampuan untuk menghadapi tantangan dan mengatasi rintangan adalah kunci sukses.

Namun, apakah Anda tahu bagaimana cara menjadi tangguh dalam dunia kerja? Berikut kami berikan tips dan trik untuk menjadi tangguh di dunia kerja yang bisa Anda terapkan dalam keseharian.

Tips Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

1. Kembangkan Kemampuan Adaptasi

Di dunia kerja yang cepat berubah, kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi dan perubahan adalah sangat penting. Anda harus bisa mengikuti perubahan teknologi, persyaratan pekerjaan yang baru, dan tuntutan lingkungan kerja yang berubah. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan kemampuan untuk belajar hal baru, memperluas wawasan, dan membuka diri untuk pengalaman yang berbeda.

2. Perkuat Keterampilan Interpersonal

Keterampilan interpersonal yang baik adalah kunci untuk menjalin hubungan kerja yang sukses. Mempelajari cara berkomunikasi dengan efektif, membangun tim yang solid, dan mengelola konflik adalah beberapa keterampilan interpersonal yang penting. Dengan mengembangkan keterampilan ini, Anda akan dapat menjalin hubungan yang kuat dengan rekan kerja, atasan, dan klien.

3. Bangun Rasa Percaya Diri

Rasa percaya diri adalah kunci untuk berhasil di dunia kerja. Anda harus percaya pada kemampuan Anda sendiri dan merasa yakin dalam mengambil keputusan. Dengan membangun rasa percaya diri, Anda akan dapat mengatasi rintangan dan mencapai tujuan yang sulit.

4. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

Kesehatan fisik dan mental yang baik adalah penting untuk menjadi tangguh di dunia kerja. Berolahraga secara teratur, tidur cukup, dan makan makanan yang sehat akan membantu menjaga kesehatan fisik. Sementara itu, mengelola stres dengan cara yang efektif, seperti meditasi atau yoga, dapat membantu menjaga kesehatan mental.

5. Berpikir Positif

Berpikir positif adalah kunci untuk menjadi tangguh di dunia kerja. Fokus pada solusi dan kemungkinan yang positif, bukan masalah dan hambatan. Hal ini akan membantu Anda mengatasi stres dan menghadapi tantangan dengan lebih mudah.

Dalam kesimpulannya, menjadi tangguh di dunia kerja adalah hal yang penting. Dengan mengembangkan kemampuan adaptasi, memperkuat keterampilan interpersonal, membangun rasa percaya diri, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta berpikir positif, Anda dapat mencapai kesuksesan dalam karier Anda.

Team Work

Salah satu tanggung jawab terbesar seorang pemimpin adalah mendorong dan mendukung tim ke arah kinerja yang lebih baik. Hubungan dalam tim sangat penting dalam aspek ini demi kekompakan dalam melakukan dan mencapai hasil pekerjaan yang sesuai dengan target. Tim yang efektif pasti akan mengungguli kolektif yang personal di mana setiap orang bekerja secara individual.

Proses membangun tim bukanlah sesuatu yang mudah dan instant tetapi menuntut banyak upaya dari pihak pemimpin. Ada banyak tantangan yang harus diatasi oleh para pemimpin untuk menciptakan tim-tim hebat. Karena setiap individu di dalam tim tersebut mempunyai cara, personaliti dan kemampuan yang berbeda- beda sehinga perlu adanya suatu usaha untuk menyatukan semua perbedaan tersebut.

Di sinilah peran ketua tim sangat diperlukan untuk menyatukan semua perbedaan individu untuk menjalankan sebuah pekerjaan bersama. Meski terdengar berat, tapi menyatukan banyak orang dalam satu tim adalah hal bisa dilakukan.

Jika Anda tertarik bagaimana tepatnya Anda dapat membangun tim yang efektif, berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti dan terapkan dalam tim Anda.

Mengenal Apa Itu Team Work

Kerja tim atau team work adalah upaya kolaborasi dari suatu kelompok untuk mencapai tujuan bersama atau menyelesaikan tugas dengan cara yang paling efektif dan efisien secara berkelompok. Konsep ini terlihat dalam kerangka kerja tim yang lebih besar, yaitu sekelompok individu yang saling bergantung yang bekerja bersama menuju tujuan bersama.

Team work sendiri hadir dalam konteks apa pun di mana sekelompok orang bekerja bersama demi untuk mencapai tujuan bersama. Konteks ini meliputi organisasi industri (tim kerja formal), atletik (tim olahraga), sekolah (teman sekelas yang mengerjakan proyek), dan sistem perawatan kesehatan (tim ruang operasi).

Tips dan Trick Membangun Team Work yang Baik

Aturan pertama membangun tim adalah aturan yang jelas bagi setiap anggotanya. Untuk memimpin tim secara efektif, Anda harus terlebih dahulu membangun kepemimpinan Anda dengan setiap anggota tim. Ingat bahwa pemimpin tim yang paling efektif adalah dengan membangun hubungan kepercayaan dan kesetiaan mereka, daripada memberikan rasa takut atau kekuatan posisi mereka.

Pahami Apa Itu Sebuah Tim yang Hebat

Kerja tim yang sempurna tidak terjadi begitu saja. Tim yang hebat dan solid menuntut upaya sadar dari semua individu dalam tim termasuk pemimpin. Tim yang hebat terdiri dari beberapa elemen yang harus hadir setiap saat:

  • Mempunyai tujuan yang jelas
    Setiap anggota tim harus menyadari arti dari kegiatan mereka merupakan sebagai bagian dari tujuan yang lebih besar. Jika, misalnya, Anda meminta tim untuk terlibat dalam blogging demi promosi bisnis, mereka harus memahami bagaimana blog ini akan membantu organisasi mencapai tujuan yang lebih tinggi. Jika mereka tidak melihat tujuan tugas, mereka akan gagal dan Anda harus menginvestasikan dana tambahan untuk mengalihdayakan tugas itu ke layanan penulisan tadi.
  • Pembagian peran atau tugas yang jelas
    Semua orang dalam tim harus menyadari hierarki, pembagian tugas dan peran mereka di dalamnya. Perbedaan inilah nantinya yang akan menyatukan dan membuat tim semakin solid dan pekerjaan yang dikerjakan menjadi selesai karena setiap orang berpartisipasi mengikut peran mereka masing- masing.
  • Menjaga komunikasi
    Setiap kali seseorang memiliki pertanyaan atau mendapat ide, mereka harus dapat mengomunikasikannya. Komunikasi dalam tim harus dijaga semulus dan sejelas mungkin sesama anggota tim yang terlibat.
  • Kerjasama dan pengembangan individu dalam tim
    Kerja tim bukanlah tentang prestasi individu melainkan tentang apa yang dicapai grup secara bersama- sama. Meskipun ini adalah kerja tim yang menuntut kerjasama solid, individu tersebut tidak boleh kehilangan suara asli mereka selama kolaborasi.

Membangun Kepemimpinan Yang Kuat

Jika Anda ingin tahu cara membangun tim yang efektif, Anda harus belajar bagaimana menjadi pemimpin yang efektif terlebih dahulu. Hanya pemimpin yang efektif yang memiliki pengaruh bahkan ketika mereka tidak ada. Pengaruh itu mendorong tim untuk bekerja secara efektif di seluruh kegiatan kelompok dan individu.

Jenis kepemimpinan yang tepat tidak berarti memaksakan otoritas dengan cara yang otoriter. Ini berarti menumbuhkan kepercayaan melalui transparansi dan pendekatan yang jujur. Anda tidak memiliki peluang yang realistis untuk bersama tim Anda setiap saat, tetapi Anda harus cukup terbuka bagi mereka untuk mendekati Anda dengan masalah apa pun.

Bangun Koneksi dan Kedekatan Diantara Anggota Tim

Pemimpin harus terus mengevaluasi cara anggota tim bekerja bersama. Idealnya, tim Anda harus mandiri dan tampil tanpa Anda harus memimpin mereka melalui setiap langkah. Pekerjaan Anda tidak dilakukan dengan membentuk tim dan memberikan instruksi, melainkan membimbing tim Anda untuk bekerja dengan satu sama lain dengan lebih efektif.

Ketika tim menjadi nyaman satu sama lain, efisiensi dan produktivitas mereka akan meningkat ketika mereka membangun kepercayaan dan kepercayaan satu sama lain.

Membangun Koneksi dengan Setiap Anggota Tim

Sebagai seorang pemimpin, Anda harus mengenal setiap anggota tim sebagai individu. Setiap orang memiliki keterampilan tertentu, serta minat dan kekurangan. Ketika Anda mengetahui hal-hal ini, Anda dapat mencocokkan setiap pekerja dengan tugas yang tepat. Ini adalah cara terbaik untuk membantu mereka dalam meningkatkan produktivitas mereka.

Berusahalah untuk membangun kepercayaan dan keterlibatan dengan setiap karyawan pada tingkat pribadi. Cari tahu bagaimana keterampilan, minat, dan kekuatan unik mereka dapat digunakan untuk meningkatkan hasil tim.

Ketika Anda membangun kepercayaan Anda pada mereka, mereka akan membangun kepercayaan mereka pada Anda dan perusahaan untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan agar mereka tumbuh dan sukses. Anda tidak boleh terlalu pribadi dengan karyawan. Mengucapkan selamat ulang tahun dan menghadiri pernikahan mereka (saat diundang) sudah cukup untuk menjaga koneksi tetap berjalan. Namun, ingatlah bahwa Anda adalah pemimpinnya dan Anda harus menjaga hubungan ini tetap profesional.

Ajak Anggota Untuk Melakukan Kontribusi dan Kolaborasi

Memanfaatkan kekuatan gagasan karyawan Anda dapat benar-benar membantu perusahaan Anda tumbuh. Anda ingin menginspirasi praktik kontribusi dan kolaborasi untuk setiap anggota tim. Anda dapat menciptakan lingkungan seperti ini hanya jika Anda mulai berkontribusi dan berkolaborasi sendiri. Anggota tim akan mengikuti contoh Anda.

Selain menjadi contoh yang baik, Anda juga harus mendorong kepercayaan dan kerja sama di antara karyawan. Perhatikan dengan seksama cara tim bekerja bersama dan mengambil langkah-langkah yang kiranya dapat meningkatkan tingkat kepercayaan dan kerja sama. Anda dapat mendorong mereka untuk berbagi informasi lebih lanjut tentang kemajuan tugas mereka.

Mintalah laporan dan umpan balik yang sering agar Anda dapat mengevaluasi tingkat kontribusi dan kolaborasi masing-masing individu dan dalam kelompok secara keseluruhan. Hal-hal sederhana ini akan membangung lingkungan tempat kerja yang transparan yang memungkinkan semua orang untuk melihat gambaran yang lebih besar dan merasa lebih dihargai secara pribadi dalam keseluruhan kemajuan perusahaan.

Pemimpin yang Adaptif dan Kreatif

Pemimpin yang adaptif dan kreatif sangat penting dalam bisnis dan organisasi saat ini. Dunia yang cepat berubah dan penuh dengan tantangan membutuhkan pemimpin yang mampu beradaptasi dengan cepat dan menemukan solusi inovatif untuk mengatasi masalah.

Nah, bagaimana cara menjadi seorang pemimpin yang adaptif dan kreatif? Seorang pemimpin yang adaptif dan kreatif harus dapat berpikir out-of-the-box dan mencari solusi yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Mereka harus terbuka terhadap perubahan dan tidak takut untuk mengambil resiko. Pemimpin yang adaptif dan kreatif juga harus dapat berkomunikasi dengan baik dengan anggota tim dan memfasilitasi ide-ide baru untuk diimplementasikan.

Selain itu, seorang pemimpin yang adaptif dan kreatif harus selalu berorientasi pada tujuan dan memilih strategi terbaik untuk mencapainya. Mereka harus terbuka terhadap umpan balik dari anggota tim dan menggunakannya untuk memperbaiki kinerja dan strategi di masa depan.

Salah satu contoh pemimpin yang adaptif dan kreatif adalah Elon Musk, pendiri dan CEO Tesla dan SpaceX. Musk terkenal karena kemampuannya untuk berpikir out-of-the-box dan menciptakan solusi inovatif untuk masalah yang dihadapi.

Contohnya, Tesla memperkenalkan mobil listrik yang mengubah cara pandang orang terhadap mobil konvensional dan memperkenalkan teknologi baru ke dalam industri otomotif. SpaceX juga menjadi perusahaan swasta pertama yang berhasil meluncurkan roket ke orbit dan berhasil melakukan pendaratan roket secara vertikal.

Dalam bisnis dan organisasi, pemimpin yang adaptif dan kreatif juga dapat membantu meningkatkan inovasi dan efisiensi. Mereka dapat membantu memperkenalkan teknologi baru, memperbaiki proses bisnis, dan meningkatkan kinerja tim.

Namun, menjadi pemimpin yang adaptif dan kreatif tidaklah mudah. Diperlukan kemampuan untuk berpikir kreatif dan terbuka terhadap perubahan, serta berani mengambil risiko. Pemimpin yang adaptif dan kreatif juga harus memahami bahwa tidak semua ide yang mereka ajukan akan berhasil dan siap untuk belajar dari kegagalan.

Dalam kesimpulannya, pemimpin yang adaptif dan kreatif sangat penting dalam bisnis dan organisasi saat ini. Mereka harus mampu beradaptasi dengan cepat, berpikir kreatif, terbuka terhadap perubahan, dan berani mengambil risiko.

Pemimpin yang adaptif dan kreatif dapat membantu meningkatkan inovasi dan efisiensi dalam bisnis dan organisasi dan membawa tim mereka menuju kesuksesan di tengah perubahan dan tantangan yang terus berubah.

Sikap Seorang Pemimpin

Menjalankan tugas sebagai seorang pemimpin nyatanya bukan hal yang mudah. Selain harus mampu membawa perusahaan ke arah yang lebih baik, juga harus bisa memimpin anggota tim untuk menuju ke arah tersebut. Tentu saja, semua itu tidak mungkin bisa dilakukan tanpa pemahaman akan arti kepemimpinan yang baik.

Kepemimpinan (leadership) merupakan proses dalam memengaruhi, memotivasi, dan membuat orang lain untuk berkontribusi terhadap kesuksesan dan efektivitas suatu organisasi atau perusahaan dalam mencapai tujuan-tujuannya.

Tidak ada cara instan untuk menjadi pemimpin teladan. Ada proses panjang yang harus dilalui hingga kualitas seorang pemimpin terbangun dalam diri seseorang. Meski begitu, ada beberapa hal yang bisa dicoba untuk membantu membangun kualitas tersebut.

Tips Menjadi Seorang Pemimpin Teladan

Berikut tips menjadi pemimpin teladan yang bisa mulai diterapkan, diantaranya:

  1. Jadi Role Model
  2. Pro Aktif
  3. Jadi Pemimpin Bukan Bos
  4. Menjalin Hubungan yang Saling Menguntungkan
  5. Mau Mengakui Kesalahan dan Memberi Apresiasi

4 Jenis Kepemimpinan yang Sering Diterapkan

Selain sifat-sifat dasar tersebut di atas, ada empat jenis kepemimpinan yang paling sering diterapkan, yaitu kepemimpinan yang demokratis, kepemimpinan yang otokratis, kepemimpinan yang bersifat afiliatif, dan kepemimpinan yang visioner.

1. Kepemimpinan yang Demokratis

Seorang pemimpin yang demokratis merupakan seorang pendengar yang baik bagi para pengikutnya dan seorang pekerja tim yang baik, serta mampu memengaruhi dan berkolaborasi dengan tim yang dipimpinnya.

Dengan adanya gaya kepemimpinan seperti ini, tiap masukan dari anggota tim dihargai dan komitmen dalam kerja tim dapat dirasakan melalui adanya partisipasi yang aktif dari tiap anggota. Dalam hal ini, seorang pemimpin bisnis dapat menerapkan gaya kepemimpinan ini untuk mendapatkan saran yang berguna dari para pekerjanya.

2. Kepemimpinan Otokratis

Seorang pemimpin memiliki kekuasaan absolut dan tanggung jawab penuh dalam memimpin timnya. Seorang pemimpin yang autokratis memimpin dengan memberikan perintah kepada anggotanya, memberikan ancaman kepada para bawahannya, dan memiliki kontrol yang ketat terhadap organisasi yang dipimpin.

Selain itu, pemimpin yang otokratis selalu memonitor berjalannya aktivitas kerja secara terus-menerus. Dengan gaya kepemimpinan yang otokratis, seorang pemimpin bisnis dapat mengontrol perusahaannya dengan ketat. Gaya kepemimpinan ini layak digunakan ketika perusahaan sedang menghadapi krisis.

3. Kepemimpinan Afiliatif

Seseorang pemimpin akan memberikan saran-saran yang efektif dan mendorong anggota timnya untuk lebih aktif dalam memberikan ide dan pendapat. Pemimpin seperti ini memiliki beberapa karakteristik, yaitu mementingkan harmoni antar para anggota timnya, berempati terhadap sesama, meningkatkan semangat para anggotanya, dan membantu dalam menyelesaikan konflik antar anggota tim.

Pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan seperti ini menciptakan harmoni dalam tim dengan membantu membangun hubungan anta para anggotanya. Seorang pemimpin perusahaan dapat menerapkan gaya kepemimpinan seperti ini untuk memotivasi tim saat berada di saat sulit maupun untuk mempererat hubungan antar anggotanya.

4. Kepemimpinan Fisioner

Pemimpin dapat menginspirasi dan memotivasi para anggota timnya, berpegang teguh pada visi yang ditetapkan, dan mendorong para anggotanya untuk menjalankan tugas-tugasnya sejalan dengan tujuan besar yang ingin dicapai bersama.

Seorang pemimpin yang visioner menginspirasi sesamanya dan percaya terhadap visi yang ingin dicapainya dan memiliki empati terhadap anggota tim. Seorang pemimpin yang visioner mengomunikasikan secara jelas mengenai bagaimana untuk mencapai visi tersebut dan mengapa semua usaha dalam tim (baik perusahaan maupun organisasi lainnya) diperlukan dalam mencapai visi tersebut.

Gaya kepemimpinan ini diperlukan ketika bisnis atau perusahaan membutuhkan suatu visi yang baru atau perubahan drastis yang memberikan pengaruh besar terhadap perusahaan.

3 Perbedaan antara Mentoring, Coaching, dan Counseling

Proses Pelaksanaan

Jika ditinjau dari proses pelaksanaannya, mentoring adalah kegiatan belajar yang menghadirkan seorang ahli dalam bidangnya untuk membimbing suatu kelompok dalam rangka peningkatan soft skill maupun hard skill. Dengan catatan, skill yang dikembangkan lebih merujuk pada kemampuan kelompok maupun perorangan. 

Berbeda dengan mentoring, definisi coaching dalam proses pelaksanaannya merupakan pendampingan yang dilakukan hanya pada satu individu tertentu, dengan tujuan individu tersebut bisa belajar banyak dan mendapatkan inspirasi dari coach atau pembimbingnya.

Pada proses coaching lebih ditekankan untuk meningkatkan kemampuan profesionalitas seseorang secara pribadi dalam melakukan suatu pekerjaan, seperti halnya pada leadership coaching. Pelatihan akan mengantarkan individu dalam mencapai tujuan dengan menggali ide dan kreativitas.

Sementara counseling adalah sarana konsultasi antara individu yang memiliki problematika dengan seorang konselor. Pelaksanaannya, bisa jangka panjang maupun pendek, bergantung pada lama atau cepatnya masalah tersebut terselesaikan.

Fokus dan Orientasi

Orientasi dan fokus dari mentoring lebih ditekankan pada kegiatan pendampingan. Hubungan ini bisa berlangsung jangka panjang antara sang mentor dan orang-orang yang tergabung dalam kelompok mentoring tersebut atau mentee. Misalnya saja pada mentoring bisnis, setelah kegiatan mentoring selesai nantinya pasti ada tindak lanjut yang memungkinkan hubungan antara mentor dan mentee berlangsung lebih lama.

Hal ini tentu saja berbeda dengan materi coaching and counseling. Sesi coaching yang lebih mengedepankan pendampingan daripada hubungan. Orientasi tersebut menyasar pada hal-hal yang langsung dibutuhkan oleh peserta, seperti keterampilan dan lain sebagainya. Nantinya, hubungan antara pelatih dan peserta tidak akan berlangsung dalam jangka panjang. 

Coaching lebih berfokus pada hasil yang mampu dicapai peserta setelah mengikuti pelatihan. Berbeda juga dengan counseling yang fokus dan orientasinya adalah memberikan pencerahan atau penjelasan mendalam pada berbagai hal kepada seseorang yang mempunyai masalah. Tak hanya itu, pada sesi penyuluhan ini, konselor akan memberi solusi untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi.

Manfaat Coaching, Mentoring, dan Counseling

Jika dilihat dari proses pelaksanaan, fokus dan orientasi, mentoring tentu saja mempunyai manfaat dalam mengawal atau mengawasi progres individu ataupun kelompok dalam menjalankan suatu pekerjaan secara berkala. Dalam mentoring terdapat evaluasi, sehingga peserta bisa meningkatkan kemampuan mereka dan belajar dari kesalahan yang telah lalu. 

Sementara coaching, manfaatnya adalah untuk membantu Anda berpikir kreatif dalam mengembangkan ide untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tentu saja, ini bermanfaat bagi Anda yang akan membuka suatu peluang usaha baru berdasarkan keterampilan yang didapat dari coaching, ataupun pengembangan karir di kantor. Hasil yang didapatkan dalam performance coaching akan menjadi lebih lengkap kalau dipadukan antara materi coaching dan counseling. 

Itulah penjelasan mengenai mentoring, coaching, dan counseling. Kesimpulannya sudah terlihat jelas, bukan? Mentoring adalah sesuatu hal yang memang berhubungan dengan coaching dan counseling. Akan tetapi, ketiga hal tersebut memang mempunyai perbedaan yang signifikan. Semoga informasi dalam artikel edisi kali ini dapat menjawab rasa penasaran Anda tentang perbedaan antara mentoring, coaching, dan juga counseling.

Pemimpin dan Kepemimpinan, Apakah Berbeda?

Pemimpin adalah seseorang yang memimpin atau mengarahkan sebuah kelompok atau organisasi. Seorang pemimpin dapat memiliki berbagai macam karakteristik, termasuk kepercayaan diri, keberanian, kemampuan berkomunikasi, pemecahan masalah, dan kebijaksanaan. Pemimpin juga dapat memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda, seperti gaya otoriter, demokratis, atau laissez-faire.

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memimpin atau mengarahkan suatu kelompok atau organisasi. Kepemimpinan melibatkan berbagai keterampilan, seperti kemampuan untuk memotivasi orang lain, mengambil keputusan yang tepat, membangun hubungan yang kuat, dan mengembangkan visi yang jelas. Kepemimpinan juga melibatkan pengembangan kemampuan untuk memimpin dengan baik, termasuk pengembangan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen.

Seorang pemimpin yang baik adalah seseorang yang memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik. Pemimpin yang baik mampu memotivasi orang lain, membuat keputusan yang tepat, membangun hubungan yang kuat, dan mengembangkan visi yang jelas. Pemimpin yang baik juga mampu beradaptasi dengan cepat, menghadapi tantangan dengan tenang, dan memimpin dengan integritas dan kejujuran.

Macam-macam Sebutan Pemimpin

Pemimpin itu ada sebutannya dan berbeda-beda. Dalam sebuah organisasi seperti perusahaan maupun organisasi non komersial sering dijumpai banyak istilah atau sebutan pemimpin. Biar gampang memahaminya, simak penjelasan tentang macam-macam sebutan pemimpin berikut ini. 

1. Chairman

Istilah ini memang jarang digunakan, tapi rupanya dipakai untuk menyebut seorang pemimpin. Chairman adalah pemimpin dewan direksi yang bertanggung jawab pada manajemen perusahaan.

2. CEO (Chief Executive Officer)

Kalau CEO sering dipakai untuk orang dengan jabatan tertinggi dalam suatu perusahaan. Kalau di Indonesia, dia sering disebut dengan istilah Presiden Direktur atau Direktur Utama. CEO memiliki tanggung jawab dalam mengendalikan jalannya operasi perusahaan melalui sejumlah anggota direksi.

3. Presiden Direktur

Ini soal sebutan saja. CEO adalah istilah yang banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan di luar negeri. Kalau di dalam negeri, istilah yang dipakai adalah Presiden Direktur atau Direktur Utama. Kita bisa melihatnya dari Undang Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UU PT”) yang di dalamnya tidak mengenal istilah Chief Executive Officer (CEO). Kepala Biro Hukum Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sunarno, juga pernah mengatakan bahwa istilah CEO tidak dikenal dalam hukum positif di Indonesia.

Namun, dalam Kepmenakertrans 40/2012, CEO atau yang dibahasa-Indonesiakan menjadi Kepala Eksekutif Kantor disebut sebagai salah satu jabatan tertentu yang dilarang diisi oleh tenaga kerja asing. Ini berdasarkan pada kode jabatan standar internasional dari ISCO (International Standard Classification of Occupations), CEO sebagai kepala kantor mengurusi administrasi dan kepersonaliaan.

Jadi, dua jabatan tersebut sejajar. Biasanya, dua jabatan itu seringkali dipegang oleh satu orang yang sama. Namun, dalam Kepmenakertrans CEO disinggung memiliki cakupan wewenang yang terbatas.

4. Komisaris

Komisaris juga cenderung memiliki wewenang yang tinggi dalam perusahaan. Ia ditunjuk untuk mewakili kepentingan pemilik perusahaan atau pemegang saham. Umumnya, komisaris merupakan jabatan yang ditunjuk untuk mengawasi seluruh kegiatan perusahaan, terutama tentang kebijakan dan pengelolaan perusahaan, termasuk penerapan Good Corporate Governance. 

5. Direktur

Direktur adalah orang yang ditunjuk sebagai pimpinan dari direktorat di perusahaan. Seorang direktur biasanya membawahi beberapa vice-president (wakil direktur) atau general manager. Di Indonesia, direktur kadang dijabat oleh keluarga yang menjadi pemilik perusahaan juga, tapi banyak juga yang dari kalangan profesional.

Penyebutan direktur bermacam-macam, mulai dari dewan manajer, dewan gubernur, atau dewan eksekutif. Biasanya, di dalam perusahaan skala besar, perusahaan bisa memiliki presiden direktur dan direktur. Peraturan terhadap direktur terdapat dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. 

6. General Manager

General Manager juga dipakai untuk menyebut seorang pemimpin, tapi levelnya masih dibawah CEO. Tugas general manager seperti mengatur dan memimpin jalannya operasional di perusahaan, dan bekerja berdasarkan visi dan misi yang ditentukan

Keterampilan Dalam Memimpin

Sebagai seorang pemimpin, keterampilan memimpin yang kuat sangat penting untuk kesuksesan Anda.

Namun, menjadi pemimpin yang sukses tidaklah mudah. Diperlukan dedikasi dan pengembangan diri yang terus-menerus untuk terus meningkatkan keterampilan kepemimpinan Anda.

Dalam artikel ini, kami akan membahas lima strategi yang dapat membantu Anda meningkatkan keterampilan memimpin Anda dan menjadi pemimpin yang sukses.

  1. Pelajari dari Pemimpin yang Sukses Sebelumnya

Pelajari dari pengalaman dan kesuksesan orang lain dapat menjadi strategi yang sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan memimpin Anda.

Cari tahu tentang pemimpin yang sukses di masa lalu, seperti Bill Gates atau Steve Jobs, dan pelajari bagaimana mereka memimpin dengan efektif.

Baca biografi mereka atau tonton wawancara mereka untuk mempelajari lebih lanjut tentang keterampilan kepemimpinan yang mereka miliki.

  • Praktikkan Keterampilan Kepemimpinan

Seperti yang dikatakan oleh pepatah, “latihan membuat sempurna”.

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan keterampilan memimpin Anda adalah dengan mempraktikkannya secara langsung.

Cari kesempatan untuk memimpin tim atau proyek kecil dan terapkan keterampilan kepemimpinan yang telah Anda pelajari.

Ini akan membantu Anda memperoleh pengalaman yang berharga dan meningkatkan keterampilan memimpin Anda seiring waktu.

  • Berkomunikasi dengan Efektif

Keterampilan komunikasi yang baik sangat penting dalam kepemimpinan yang efektif.

Seorang pemimpin yang sukses harus bisa mengartikulasikan ide-ide mereka dengan jelas dan mudah dimengerti.

Carilah pelatihan atau kursus yang dapat membantu Anda meningkatkan keterampilan komunikasi Anda, seperti presentasi publik atau komunikasi interpersonal.

  • Manajemen Waktu yang Efektif

Manajemen waktu yang efektif adalah keterampilan penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang sukses.

Seorang pemimpin harus bisa mengatur waktu mereka sendiri dan tim mereka dengan baik untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Pelajari tentang manajemen waktu dan carilah teknik yang dapat membantu Anda meningkatkan produktivitas Anda.

  • Membangun Tim yang Kuat

Seorang pemimpin yang sukses harus bisa membangun tim yang kuat dan efektif.

Carilah cara untuk memotivasi anggota tim Anda dan membuat mereka bekerja sama dengan baik.

Pelajari tentang teknik manajemen tim dan strategi yang dapat membantu Anda membangun tim yang kuat dan efektif.

Bos Vs Leader (pemimpin)

BOS vs Pemimpin (leader)

Kita seringkali menyebut atasan dengan bos atau pemimpin (leader) karena mengira keduanya sama. Lho, bukannya memang sama?

Bos sering dikaitkan dengan kata bossy yang artinya suka memerintah. Ini membuat bos terkesan kurang menyenangkan. Sedangkan leader dianggap lebih positif karena merupakan orang yang nggak cuma memberikan perintah tapi juga petuah.

Seorang bos mengacu pada posisi atau kekuasaan tertentu. Jadi seseorang dianggap sebagai bos jika menempati posisi itu di suatu perusahaan atau organisasi. Jika dilihat dari kamus Oxford, arti bos dalam kata kerja adalah seseorang yang memberi perintah dengan cara yang mendominasi.

Pemimpin jika dilihat dari kata kerja di kamus Oxford, maka kata memimpin diartikan sebagai tindakan menunjukkan orang lain jalan menuju suatu tujuan dengan berjalan di depan atau di sampingnya. Ini yang membuat pemimpin dinilai lebih positif dibandingkan bos.

Seorang BOS

Bos mengacu pada posisi atau kekuasaan, di mana bos memiliki kekuasaan atas bawahannya. Karena posisi ini, bos merasa punya kedudukan lebih tinggi dan bawahan harus mengikutinya untuk mencapai tujuan.

Fokus  seorang bos adalah hasil dan keuntungan perusahaan. Mereka nggak fokus ke perkembangan kamu, tapi lebih ke kamu harus bekerja dengan baik dan menguntungkan perusahaan. Karena, jika kinerjamu jelek dan nggak bisa memberi keuntungan buat perusahaan, bos akan merasa posisinya terancam.

Tapi kalau kerja bawahan baik dan menghasilkan keuntungan, bos akan merasa bawahannya berhasil karena dia adalah bosnya.

Karena itu, ketika memberi tugas atau pekerjaan, bos terkesan menyuruh atau memerintah. Bos akan memberitahu tugas apa yang harus dikerjakan, bagaimana tugas itu harus dilakukan, dan mengawasi.

Misalnya, “Bulan depan kita ada event webinar, kamu yang handle, ya. Temanya tentang X dan pematerinya harus Y. Konsep kegiatannya harus gini. Jum’at proposalnya jadi ya.”

Bos menentukan gambaran besar seperti apa pekerjaan harus dilakukan dan cara melakukannya. Kamu harus mengikuti setiap instruksi dari bos. Karena bos merasa dia yang paling tahu cara kerja mana yang berhasil. Kamu nggak dilibatkan untuk menentukan tujuan, memberi saran atau ide. Hanya mengerjakan apa yang diminta. Selain itu, bos tidak berpartisipasi dalam pengerjaan selain peran pengawasan.

Kamu pernah nggak ngalamin kerja diawasi? Istilah ini biasa disebut micromanaging. Ini membuat seseorang lebih mudah stres karena tidak diberi kebebasan untuk menyampaikan ide atau pemikirannya. Ruang untuk mengembangkan kreativitas seperti dibatasi.

Ketika kamu sudah mengerjakan proposal dan ternyata hasilnya kurang sesuai atau ada yang salah. Alih-alih diapresiasi karena sudah bekerja keras atau diberi solusi, kamu akan disalahkan karena tidak bisa bekerja dengan baik. Bos lebih fokus kepada hasil, ia tidak melihat proses di balik pengerjaan project itu.

Cara seorang bos memotivasi anggotanya adalah dengan sistem reward dan punishment. Jadi kalau kerjamu bagus kamu diberi reward tapi kalau jelek, kamu diberi punishment. Kalau kerjamu jelek atau salah, bos bisa menakut-nakuti kamu akan mendapat hukuman potong gaji 5% misalnya.

Tapi, ketika kamu mengerjakan proposal dan webinar berjalan lancar, nggak jarang bos akan bilang “Hm, ini karena saya, nih, makanya project-nya bisa berjalan lancar.” Padahal yang mengerjakan project itu dengan adalah kamu, tapi si bos merasa kalau itu berhasil karena dia bosnya.

Seorang Pemimpin (leader)

Berbeda dengan bos yang merasa posisinya lebih tinggi, leader justru memposisikan diri sebagai rekan kerja. Yang membedakan adalah, leader mampu memengaruhi tim untuk mencapai tujuan dan membawa perubahan.

Kalau bos menggunakan kekuasaan dan posisi, leader menggunakan kemampuannya untuk meng-influence orang lain.

Bos dianggap sebagai bos karena memang posisinya adalah bos. Tapi pemimpin dianggap pemimpin karena anggota percaya kemampuannya untuk menentukan arah dan mencapai tujuan. Seorang pemimpin harus memberi bukti nyata agar anggotanya terus percaya.

Kalau tadi bos fokusnya ke hasil dan keuntungan, pemimpin fokus ke perkembangan kamu dan anggota yang ia pimpin. Pemimpin akan membantumu berkembang, karena kalau kamu berkembang kamu juga bisa bekerja dengan baik dan memberi keuntungan untuk perusahaan. Jadi tujuan dan perkembangan bawahan sama-sama penting bagi pemimpin.

Ketika memberi pekerjaan, pemimpin akan bertanya terlebih dahulu apakah kamu siap mengerjakannya dan bersedia atau tidak.

Misalnya, “Bulan depan ada event webinar, kamu bisa jadi PIC-nya? Nanti kita diskusiin bareng tema, konsep kegiatan, dan pematerinya siapa. Habis itu coba kita cari proposal kegiatan lain yang bisa jadi acuan.”

Keliatan nggak bedanya sama yang tadi? Selain bertanya terlebih dulu, pemimpin juga mengajak kamu untuk ikut berpikir, menyampaikan ide dan saran. Jadi kamu nggak cuma ngikutin perintah aja. Kamu nggak cuma diawasi, tapi dibantu dan didampingi untuk mengerjakan project itu. Leader mendampingi bukan karena ia tidak percaya, tapi kehadirannya dapat meningkatkan kepercayaan diri para anggotanya.

Dengan begini, kemampuan kamu untuk meng-handle pekerjaan jadi lebih berkembang daripada cuma mengikuti perintah. Kamu diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas kamu tapi tetap dibimbing biar lebih maksimal.

Kalau misalnya kamu mengerjakan proposalnya salah atau kurang, pemimpin nggak akan langsung menyalahkan. Dia tahu proposal itu kamu kerjakan dengan usaha, waktu, dan pikiran. Karena itu, meskipun hasilnya kurang, leader akan tetap mengapresiasi dan memberi solusi. Pemimpin menganggap kesalahan adalah bagian dari proses untuk berkembang, agar kamu bisa belajar dari kesalahan.

Kamu nggak akan ditakut-takuti atau diintimidasi. Justru ia akan memberikan semangat, motivasi dan juga bantuan agar kamu bisa mengerjakan project itu dengan baik.

Cara pemimpin memotivasi anggotanya adalah dengan memberi contoh, inspirasi dan membuat tim punya visi yang sama untuk dicapai.

Nah, ketika project berjalan dengan lancar, pemimpin nggak akan merasa itu berhasil karena dia. Project itu berhasil karena kerja keras banyak orang termasuk kamu, dan dia ikut senang kalau kamu berhasil. Mungkin pemimpin akan bilang “Project ini  bisa berhasil karena kerja keras kita semua. Aku tanpa kalian mah kayak butiran debu”. Apresiasi membuat siapa saja merasa kerja kerasnya dihargai dan bermanfaat.

Kalau Anda sendiri mau jadi yang mana, bos atau pemimpin?. Bos ketika sudah tidak menjabat maka ia akan kehilangan pengaruhnya, tapi seorang leader akan selalu berpengaruh dan menginspirasi.

Pemimpin Ideal Bukan Tiba-tiba

PEMIMPIN itu tidak suddenly.Tidak tiba-tiba.pemimpin itu harus berproses.dan,pemimpin yang baik adalah pemimpin yang pernah jadi anak buah yang baik.Karena kalau dengan pengalaman kepemimpinan yang ada sebagai guru,maka dia tidak hanya mengembangkan     bakat genetika yang dia miliki,tetapi dia berproses dari pengalaman dan tantangan.Mungkin saja pemimpin yang baikadalah pemimpin yang jatuh bangun dengan kegagalan – sampai bisa saja sepeti itu.

      Oleh karena itu,belajar dari proses-berproses,belajar dari ‘pangngisengang’(pengetahuan,kata orang makassara) yaitu misal melihat orang bagaimana membanyak sawah dan sebagainya.maka,dia melihat lalu menyimpulkan bahwa “begini toh cara membanyak  tanah dengan betul’.Itu jiuga adalah belajar.learning.oleh  karena itu pemimpin yang memiliki proses-proses seperti itu,pengalaman-pengalaman seperti itu pastilah memiliki lematanagn.

     Seorang pemimpin diuji dengan tantangan.Makin tinggi jabatan,maka tantangan pasti makin besar.Fitnah,caci makitidak akan pernah putus.Begitu pula sebaliknya,kekurangan seorang pemimpin makin tinggi makin terlihat.Makanya tidak gampang menjadi pemimpin yang sukses dan baik.

      Pemimpin yang hanya menghabiskan periodesasinya atau pemimpin yang hanya mengejar pangkat dan materi,buikanlah pemimpin yang baik.pemimpin ideal itu adalah mereka yang mampu mencapai kesuksesan dari suatu hal yang memang bisa dinikmati orang yang banyak.makanya,pemimpin ideal itu hanya ada kalo terdapat dukungan dari orang-orang yang di pimpinya.Tidak ada pemimpin tanpa dukungan staf.

      Adapun kunci sukses hanya yang baikdan ideal,yaitu yang pertama : seorang pemimpin harus mengambil keputusan lebih cepat dan tidak melarut-larutkan sehingga tugas yang paling paling utama adalahmengambil keputusan cepat ,cermat,akurat,sebab pemimpin itu harus CCA,cepat , cermat , akurat-itu tugas seorang pemimpin .

      Yang kedua tugas pemimpin adalah membagi-bagi tugas secara adil kepada bawahan. Proses keadilan kepada bawahan itu bukan masalah yang gampang. Kalau uraian pembagi tugas kepada staf secara baik, yakinkan 50 persen keberhasilan dari program itu berjalan.

      Yang ketiga adalah menunjukkan arah dan mempertajam program. Seorang pemimpin tidak boleh diam terus. Ia melakukan feedback.oleh karena itu seorang pemimpin yang baik selalu saja dikawal dengan kontrol yang kuat.

      Yang keempat adalah seorang pemimpin yang baik itu tidak boros,dia melakukakan efisiensi yang beragam gerakan.melakukan efektivitas dari semua program yang ada. Bahkan pemimpin yang baik mampu mengendalikan agar tidak terjadi kebocoran atau harus mencontohkan upayah-upayah tidak terjadinya penyelewengan korupsi. Yang kelima,pemimpin ynag baik adalah pemimpin yang selalu mau membagi-bagi kesejahteraan pada seluruh bawahannya atau pada semua hal yang layak.     

      Memang menjadi sebuah pertanyaan besar bagaimana menghadirkan pemimpin ideal seperti diatas jika rakyat ternyata melihat bahwa memilih pemimpin adalah dengan uang lalu menghitung berapa dia dapati. Ini tentu menjadi tantangan , seakan-akan demokrasi itu hanya suatu proses yang sebebas-bebasnya untuk mencapai suatu jenjang kedudukan serta jabatan. Padahal, demograsi adalah proses yang terbaik untuk menyeleksi kepemmpinan sesuai kapabilitas, kapasitas,integritas,dan berbagai kemampuan lain yang dipersyaratkan untuk memimpin.

      Itu sebabnya, pemimpin yang baik jangan  kebetulan dia punya partai,dia punya uang , bahkan menggunakan uang dan kekuasaan sebab itu bersifat instan. Pemmpin ideal itu bukan tiba-tiba muncul. Bukan ujung-ujung. Pemimpin itu harus berproses, sebab makin tinggi kepemimpinan yang dikejar oleh pemimpin itu, seleksinya memang harus makn besar . begitu juga vaiabel-variabel yang di pakai harus kuat.kalau ada pemimpin yang secara instans hanya karena lucky , hanya keberuntungan , maka hasilnya tidak akan pernah dicapai secara maksimal. Hasilnya itu bukan kesuksesan tetapi hanya kebetulan. Toh, pemimpin itu bukan hadir secara tiba-tiba!

Pemimpin Yang Penuh ACTION

Hanya sedikit orang berkualitas dan unggul yang sanggup mengisi posisi-posisi penting. Ada banyak orang yang nyaris berkualitas, namun seringkali ada satu unsur yang hilang yaitu menyelesaikan sesuatu dan membuahkan hasil. Setiap pekerjaan besar pasti memerlukan seseorang yang memikirkan action atau tindakan.

Ketika anda ingin menduduki posisi penting, anda memerlukan jawaban atas pertanyaan :

“Akankah anda menyelesaikan tugas itu?”, “Akankah anda melaksanakannya?”

“Apakah anda sanggup memulainya sendiri?”,

“Mampukah anda  menuai hasil atau anda hanya membual?”

Semua pertanyaan di atas memiliki satu sasaran, yaitu mencari seseorang yang mampu bertindak. Ide cemerlang tidaklah cukup. Ide sederhana yang bisa dijalankan dan dikembangkan selalu 100% lebih baik daripada ide cemerlang yang meredup karena tidak dijalankan. John Wanamaker berkata, “Tidak ada hal yang membuahkan hasil jika anda sekedar memikirkannya.”

Ada dua jenis karakter yakni Aktivasionis dan Pasivasionis. Para Aktivasionis adalah Para pelaku. Ia bertindak, melakukan semuanya, serta melaksanakan ide dan rencananya. Para Pasivasionis adalah Para peragu. Ia menunda mengerjakan sesuatu hingga dirinya membuktikan ia memang tidak boleh, tidak mampu, atau semuanya sudah terlambat.

Perbedaan antara para Aktivasionis dengan Para Pasivasionis adalah Action. Para Aktivasionis melakukannya, sedangkan para pasivasionis akan melakukannya tetapi batal. 

Milikilah kebiasaan untuk bertindak. Bukan seperti para Pasivasionis yang terjebak oleh penantian, menunda untuk bertindak. Ayo jadikan diri anda seorang pemimpin yang penuh action yang mewujud-nyatakan mulai dari ide-ide sederhana sampai ide-ide yang cemerlang. Siapkah anda untuk menjadi seorang pemimpin yang Aktivasionis?  

CHAT UNTUK INFO TRAINING