Ternyata Bekerja Sepanjang Waktu Tidak Akan Memberatkan kita, Kecuali Jika Kamu Memiliki Kepribadian Tertentu.

Bekerja sepanjang waktu tergantung seberapa kita menghargai pekerjaan kita.

Penahkah kita melihat seorang Marketing yang hingga larut malam masih bertemu degan klien di sana-sini?

Kemudian mereka masih lanjut untuk pulang, mengerjakan proposal, dan email pada hari yang sama juga (sebenarnya bisa dikerjakan keesokan harinya).

Ini mungkin contoh yang sangat teladan untuk seorang marketing, tetapi ya, orang seperti itu ada, dan cukup banyak..

Pada kasus lain, tidak jarang kita melihat seorang sekretaris masih bekerja hingga pukul 11 malam, menyiapkan agenda pimpinannya, atau staf produksi yang diminta (atau diwajibkan) untuk lembur karena sedang kejar target, atau bahkan seorang programmer melanjutkan coding hingga larut demi selesainya sebuah aplikasi.

 

Terkait hal ini, banyak yang beranggapan bahwa itu adalah pemaksaan perusahaan terhadap karyawannya. Tidak jarang juga kita malah menyalahkan mereka yang bersedia ‘lembur’, mengapa mereka masih mau bertahan di perusahaan tersebut.

 

Namun..

 

Ternyata, banyak di antara kita yang justru menikmati overtime tersebut. Mereka tetap melanjutkan pekerjaannya dengan senyum, puas, seolah sendirian di kantor mengerjakan tugas adalah momen terindah mereka.

 

Pertanyaannya: apa yang mendorong mereka?

The Wall Street Journal menyebutkan mitos bahwa bekerja berjam-jam pasti akan membunuh kita. Sebaliknya riset menemukan jika kita menyukai pekerjaan kita, bekerja berjam-jam pun tidak akan menjadi masalah, lain halnya jika kita tidak menyukai pekerjaan kita, bekerja berjam-jam terasa biasa karena memang kita harus melakukannya.

 

Bagi pemilik perusahaan hal terpenting yang harus ditumbuhkan bagi timnya adalah fokus agar timnya menyukai pekerjaannya daripada menyemangati mereka bekerja.

Dengan begitu sekalipun mereka bekerja dalam waktu yang panjang, mereka tetap bekerja dengan hati.

 

Berikut, beberapa tips agar mereka mencintai pekerjaan mereka :

  • Ubahlah sikap kita dahulu ; tidak ada suasana kantor yang sempurna, namun dengan melakukan tindakan positif seperti tersenyum, berterima kasih kepada orang lain. Maka dengan sendirinya kita akan bahagia dan antusias menghadapi pekerjaan.
  • Jadikan mereka star ; jangan ragu untuk memberikan mereka pujian atas pencapaian mereka. Jika kita membiarkan mereka bersinar, mereka pun akan melakukan pekerjaan lebih daripada yang kita kira.
  • Buat meeting yang enjoy ; Ada yang semangat saat rapat tiba ? buat materi persentasi yang unik, inspiratif yang mampu meredakan ketegangan otot kita.Jika Anda bingung bagaimana menciptakan tim untuk mencintai pekerjaanya, bisa konsultasikan bersama kami. Hubungi kami di : 08113478000



Leave a Reply

13 − eleven =