Memimpin dengan hati

Pemimpin selalu menjadi hal yang paling di sorot, dalam setiap perusahaan/organisasi. Bagi sheren (alumni dari SMA Selamat Pagi Indonesia ). Pemimpin adalah pelayan kelas wahid, dimana pemimpin berkorban paling banyak, mengambil bagian yang paling sedikit, tetapi penyertaan Tuhan yang paling besar didiri pemimpin.

Sheren, di usia yang masih muda telah menjadi pemimpin di divisi Show bernama Blaze Of Glory. Di saat pertama ditawari memimpin Ko Jul, dimana beliau yang membangun SMA Selamat Pagi Indonesia sheren sempat ragu. Karena, pada saat Sheren ditawari untuk memimpin divisi Show, sheren di tanya Ko Jul “Mau, nggak sheren memimpin divisi show ?”, kemudian sheren menjawab, “Saya tidak bisa, ko”. Terus berulang-ulang sheren menjawab dengan jawaban yang sama. Pada, akhirnya Ko Jul bertanya pada Sheren, “Sheren, saya tidak tanya kamu bisa atau nggak ?, tetapi saya tanya kamu mau atau tidak ?”. Disitulah sheren mulai sadar, bahwa memimpin bisa dimulai dengan kemauan, sampai sekarang sheren juga banyak belajar dari Ko Jul bahwa untuk pemimpin kita harus mempunyai value.

Saat Sheren berbagi kisahnya, dia mempunyai beberapa kiat untuk memimpin timnya, salah satunya Sheren berbagi kisah hubungannya dengan timnya satu per satu. Sheren, menganggap timnya sebagai keluarga, maka dari itu Sheren harus mengenal lebih dalam anggota timnya. Hal yang paling sederhana yang dilakukan Sheren adalah, bertanya makanan favorit timnya sampai Sheren berkunjunga ke rumah timnya, untuk berkenalan dengan anggota keluarganya. “Hal, sederhana itu dapat menimbulkan efek yang luar biasa pada tim kita dan akan mentransformasikan tim kita menjadi Valuable Team“, ujar Sheren.

Ko jul selalu mengajak Sheren dan timnya ke luar negeri setiap tahunnya, hal itu untuk mereka bisa melakukan Experiential learning, Dimana Sheren dan timnya diajak melihati Show di luar negeri supaya mereka bisa melihat langsung dan untuk menambah referensi, wawasan, dan pengetahuan mereka di divisi show. Kemudian mereka gunakan Experiential learning itu untuk ajang meningkatkan level kemampuan mereka, dan untuk membuat show-show terbaru mereka.

Berikut cerita singkat dari Sheren, tentang memimpin timnya. Bagaimana Sobat Transformer, apakah anda terinspirasi oleh cerita Sheren tersebut ?

 

 

 



Leave a Reply

5 × 3 =