JANGAN ADA JOKER KEDUA

Belakangan, begitu ramai masyarakat membicarakan film Joker. Film berdurasi dua jam karya Todd Philips ini mampu membius jutaan pasang mata, tak terkecuali di Indonesia. Film ini berlatar tahun 1981 di kota Gotham dengan segala kekacauannya. Mengisahkan Arthur Fleck, seorang badut yang hidup dengan ibunya yang sudah lemah. Arthur Fleck memiliki kelainan yang membuatnya tertawa tanpa berhenti. Dari begitu banyak insight di dalam film Joker, ada insight yang sangat menarik, yakni dalam hal parenting.

Sejak kecil, Arthur selalu diingatkan untuk selalu tersenyum apapun kondisinya oleh Ibunya. Bahkan Arthur mendapat panggilan “Happy” agar ia dapat terus menciptakan tawa dan bahagia. Dari kejadian ini, dapat ditarik garis bahwa apa yang ditanamkan pada anak sejak kecil akan terus dibawa hingga dewasa. Apa yang ditekankan berulang dan secara konsisten akan membuat alam bawah sadar anak mendorong untuk melakukan sebuah perilaku. Anda dapet memanfaatkan hal ini untuk menanamkan hal-hal positif dalam diri anak Anda.

Di samping itu, Arthur merupakan pribadi yang nampak baik-baik saja, padahal Arthur telah mendapat kekerasan di dalam rumah semasa kecil. Hal ini dikarenakan trauma yang dialami Arthur sudah mengubah kerja otak kanan manusia, di mana otak kanan ini menangani emosi manusia. Saat mendapat trauma, otak kanan manusia akan terus berupaya melindungi jiwa manusia dengan menggunakan emosi tertentu. Seringkali, anak yang memiliki trauma masa kecil tentang kekerasan fisik, akan memiliki anggapan bahwa kekerasan yang ia terima adalah ungkapan kasih sayang.

Seperti yang digambarkan dalam kehidupan di Kota Gotham, dunia tidak pernah kekurangan bahan untuk membuat manusia mengalami stress yang juga bisa berujung trauma. Stress bisa saja muncul dari kejadian kecil seperti macet di jalan, sakit, bahkan ujian di sekolah. Bagi anak yang mudah stress, sangat dibutuhkan dukungan dari orang di sekitarnya, khususnya dalam hal ini orangtua dan keluarga. Jangan sampai ada lagi joker kedua.



Leave a Reply

6 − 4 =