Fakta – Fakta Perkembangan Artificial Intelligence

 

Sepenggal cerita dalam film Artificial Intelligence (2001) besutan Steven Spielberg di atas hanyalah satu dari sekian banyak film yang menjadi referensi tentang perkembangan kecerdasan buatan. Siapa sangka, bahwa beberapa tahun kemudian, teknologi AI menjadi tren yang makin berkembang dan menjadi topik hangat perbincangan.

Kendati gaduh dibicarakan sebagai ancaman untuk berbagai pekerjaan, potensi AI tak boleh dikesampingkan. Pada 2017 lalu, McKinsey melakukan survei terhadap 3.073 eksekutif di sepuluh negara mengenai keterkaitan AI dalam kesuksesan bisnis. Tiga puluh persen pengguna awal AI mengaku bahwa penggunaan AI dalam proses inti bisnis mereka mampu meningkatkan pendapatan, serta memperluas produk dan layanan mereka.

Pemanfaatan AI dalam bisnis dan transformasi digital

Baru-baru ini, pemerintah membahas roadmap Revolusi Industri 4.0 yang memuat AI sebagai salah satu komponen industri digital. Di sisi lain, adopsi AI dalam bisnis di Indonesia menempatkan negara ini di posisi pertama menurut studi “Artificial Intelligence Is Critical To Accelerate Digital Transformation In Asia Pacific” oleh Appier dan Forrester.

Lambat laun, dengan banyaknya permintaan pelanggan dan ketatnya persaingan, korporasi makin sering membahas mengenai isu transformasi digital. Sejalan dengan hal itu, pengembangan AI pun telah memberikan sumbangsih terhadap proses transformasi digital di perusahaan raksasa konvensional, mulai dari sektor asuransi hingga manufaktur. Menurut prediksi PwC, AI akan meningkatkan GDP global sejumlah US$15.7 triliun pada 2030.

Di Indonesia sendiri, salah satu penerapan AI dalam dunia bisnis dapat kita saksikan pada ranah e-commerce. Bertujuan meningkatkan nilai transaksi, AI sanggup merekomendasikan produk kepada para pengguna, serta menganalisis laporan keluhan dalam bentuk teks.

Lalu, bagaimana perkembangan AI di masa mendatang?

Kata.ai bersama Tech in Asia Indonesia akan menyelenggarakan event INTERACT 2018, khusus bagi kamu yang memiliki ketertarikan pada perkembangan teknologi AI dan pemanfaatannya dalam bisnis.

Di INTERACT 2018, kamu bisa menemukan beragam insight terbaru mengenai teknologi AI dan pemanfaatannya di ranah bisnis. Selain itu, kamu juga berkesempatan untuk mendapatkan banyak insight seputar AI di berbagai industri.

Temukan beragam sesi keynote dan panel menarik

  • Transformation of Conversational AI Interface

Conversational AI (teknologi AI untuk percakapan) merupakan salah satu bidang yang penting untuk dikembangkan bagi bisnis dan masyarakat. Semakin berkembangnya conversational AI akan mengubah cara kita menggunakan teknologi di masa depan menjadi lebih manusiawi. Ingin tahu lebih jauh soal potensi conversational AI? CEO & Co-Founder Kata.ai, Irzan Raditya, akan berbicara dalam sesi keynote ini.

  • AI Powered Chatbot for Intelligent Consumer Engagement

Ingin tahu bagaimana chatbot LINE mampu meningkatkan interaksi di dalam platform? Dalam sesi keynote di INTERACT 2018, Sales Director LINE Indonesia, Anchali Kardia, akan berbagi insight tentang tren penggunaan chatbot di LINE.

  • Healthcare Case Studies: Transforming Conventional Business & User Through Digitalization

Munculnya tantangan bagi startup kesehatan, rupanya juga menjadi pertimbangan untuk memanfaatkan teknologi AI. Sesi diskusi panel ini akan membahas seluk-beluk tantangan perusahaan teknologi di ranah kesehatan, serta strateginya dalam memanfaatkan AI. VP Products, Halodoc, Alfonsius P Timboel dan Direktur Medlinx, Setyo Harsoyo, akan turut hadir menjelaskan strategi dan roadmap bisnis Halodoc.

  • Digital Touch : Filling The Gap Between Brand and Customer with Right Content

Hal-hal apa sajakah yang perlu dipertimbangkan sebelum membangun konten yang terintegrasi dengan AI? Salah satu sesi panel di INTERACT 2018 akan mengulas bagaimana memahami pengguna di era digital yang kompetitif, mulai dari data, konten, hingga ancaman AI terhadap peran manusia.

  • Winning Strategy to Capture Young Customers by Leveraging Their Lifestyle

Kini, makin banyak perusahaan yang berinvestasi pada teknologi spesifik, termasuk AI. Sesi diskusi panel ini akan membahas alasan langkah tersebut, serta bagaimana strategi perusahaan dalam memahami perilaku digital para pengguna yang berusia muda. Vice President of Marketing Loket, Mohamad Ario Adimas dan akan berbicara di sesi ini.

 

Sumber : id.techinasia.com



Leave a Reply

4 × two =